Selasa, 02 Oktober 2012

Mari Belajar Menginterpretasikan Statistik




Ilmu statistik yang diajarkan di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta mencakup metode-metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dan cara untuk mengolahnya.  Pengolahan data tersebut  melibatkan
banyak perhitungan - perhitungan yang cukup rumit. Akibatnya, mahasiswa yang diterima di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik hanyalah orang-orang yang memiliki kemampuan akademik yang baik di bidang matematika dan sains. Dengan kata lain, mereka adalah siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam ketika mereka masih duduk di bangku SMA.
Namun, kegiatan statistik sebagai ilmu sains terapan juga membutuhkan ilmu sosial dan ilmu bahasa dalam pelaksanaannya. Sehingga, saat menempuh pendidikan di STIS, latar belakang mereka sebagai siswa jurusan IPA juga menghadapkan mereka kepada beberapa kendala dalam menerapkan ilmu sosial atau ilmu bahasa seperti menginterpretasikan statistik (hasil pengolahan data). Akibatnya, sebagian besar mahasiswa STIS masih tidak terlalu mahir dalam hal menginterpretasikan statistik yang mereka hasilkan.
Karena yang kerap dipelajari di STIS adalah teknik untuk mengumpulkan dan mengolah data, mahasiswapun memiliki kecenderungan untuk me-“nomor-dua”-kan pemahaman tentang bagaimana cara menginterpretasikan statistik itu sendiri dan mengutamakan pemahaman tentang menghasilkan statistik. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang mengeluh ketika harus berhadapan dengan soal-soal yang meminta mereka untuk menginterpretasikan statistik yang telah mereka peroleh. Hasilnya, banyak mahasiswa STIS yang masih belum mahir menginterpretasikan statistik bahkan ketika mereka telah lulus dari STIS
Fenomena ini merupakan hal yang patut mendapatkan perhatian. Seorang statistisi tidak dapat dikatakan profesional ketika dia belum mahir menginterpretasikan statistik yang diperolehnya. Selain itu, merupakan hal yang sangat fatal jika seorang statistisi gagal menginterpretasikan hasil penelitiannya. Karena itu, setiap mahasiswa STIS seharusnya belajar menginterpretasikan statistik dengan serius selama belajar di STIS
Mahasiswa harus meningkatkan pemahamannya mengenai materi yang sedang dipelajari termasuk interpretasi data yang dihasilkan sementara mereka berusaha meraih nilai yang baik. Kecenderungan untuk me-“nomor-dua”-kan pemahaman tentang bagaimana cara menginterpretasikan statistik harus dilawan agar berhasil dalam proses untuk menjadi seorang statistisi yang profesional. Niat dan tekad yang kuat dari mahasiswa tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat melakukan hal ini.
Selain itu, melakukan kegiatan statistik secara nyata juga akan membantu mahasiswa untuk belajar menginterpretasikan statistik. Penelitian-penelitian yang dilakukan akan melibatkan ilmu tentang cara mengumpulkan data, mengolah data dan menginterpretasikannya agar dapat di mengerti oleh publik. Semakin sering melakukan penelitian, maka mahasiswa tersebut akan semakin terlatih dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya.
Usaha untuk meningkatkan kemampuan menginterpretasikan statistik dalam diri seorang mahasiswa calon statistisi sebaiknya sudah dilakukan sejak dini agar ia memiliki cukup banyak waktu untuk mengasah kemampuan tersebut dalam dirinya. Jika seorang mahasiswa mengabaikan ilmu tentang cara menginterpretasikan statistik selama ia kuliah di STIS, peluang baginya untuk menghadapi banyak kesulitan saat menjalankan tugas sebagai seorang statistisi sangat besar. Sebaliknya jika mahasiswa tersebut dengan serius dan tekun mempelajari ilmu tentang cara menginterpretasikan statistik selama ia kuliah di STIS, ia kemungkinan besar akan berhasil menjadi seorang statistisi yang profesional, dapat diandalkan dan sukses dalam pekerjaannya.



Oleh :
Jeraus Wiratama Wau
1A / 11.6725

Tidak ada komentar: