Selasa, 05 Maret 2013

Kisahku

Dulu, aku adalah seorang anak yang tinggal di dalam keluarga yang dalam pandanganku selalu dihiasi dengan amarah dan air mata. Memang sih, ada berbagai moment indah yang aku alami bersama-sama dengan keluargaku... tapi lebih sering aku di kelilingi dengan kata-kata kotor, amarah, pukulan, dan hukuman. Ketika aku masih kecil, aku di cap sebagai anak yang bandel dan keras kepala... tapi ketika aku beranjak remaja, banyak sekali orang yang menyangka aku adalah anak yang baik, rajin, deesbe. Apakah itu benar???

Mereka salah! Keluargaku mendidik aku dengan makian, pukulan, kekerasan, dan hukuman. Aku jarang sekali merasakan kasih sayang
di dalam rumahku. Sangat jarang... karenanya, aku berfikir bahwa semua orang itu munafik. Semua orang (berpura-pura) berbuat baik di depan orang lain, tapi semuanya juga saling menjelek-jelekkan di tempat lain, maka akupun berbuat demikian, aku berpura-pura agar dapat berbaur dan dihargai. Karena aku kekurangan kasih sayang, maka aku selalu mencoba menemukannya di tempat lain.
Aku merasa senang saat aku bermain dengan teman-temanku. Aku berfikir bahwa merekalah yang mengerti aku dan merekalah yang perhatian kepadaku. Aku selalu senang bersama mereka hingga tanpa aku sadari, mereka membawaku untuk mengenal porno, bersama mereka aku menjadi pencuri dan penipu, dan bersama mereka aku menjadi seorang anak yang suka melawan orang tua. Orang orang di sekitarku dengan segala diskrimnasi, hukuman, pukulan, ancaman, ketidakpedulian mereka tanpa mereka sadari telah membiarkan aku menjadi orang yang keras kepala, munafik, penipu, pencuri, pembohong, pemarah, pecandu porno, pendendam, pemberontak, egois, dan entah apalagi yang dulu menjadi tabiatku.
Bahkan rusaknya aku semakin menjadi-jadi semenjak aku berpisah dengan mantan pacarku. Dulu aku sangat mencintainya dan aku sangat berharap aku bisa menemukan kasih sayang yang aku nanti-nantikan bersamanya. Ketika kami putus, aku sangat sangat berduka dan masih tetap berharap dia kembali padaku, bahkan waktu itu bagiku dia jauh lebih penting dari Tuhan. Karena aku sangat berduka, aku mencari pelarian dengan mencari teman yang bisa membuat aku melupakan masalahku, dan mereka membawaku untuk mengenal rokok dan miras (untungnya aku tidak sempat make obat).

Hari makin hari aku makin rusak, dan tidak ada satupun yang peduli. Orang-orang yang dekat denganku tahu bahwa aku bermasalah, tapi mereka malah menyudutkan aku, mengancam aku dan bukannya menolong aku. Aku sempat mengenal beberapa orang yang dapat disebut sahabatku dan mereka juga udah nyerah samaku dan menyadari bahwa ku memang keras kepala dan ga bisa diatur. Begitulah diriku saat itu, dan karenanya aku sedaya mampuku selalu berusaha menyembunyikan tabiatku dan menjadi orang yang munafik di depan mereka, namun memang semua kebusukan sebaik apapun disimpan pasti akan kecium juga baunya. Aku sering bertengkar dengan orangtuaku bahkan di depan para guru-guruku dan aku bahkan telah menyatakan kepada orangtuaku bahwa aku merasa seperti sedang berada di neraka setiap kali aku berada di rumah.
Saat itu aku adalah orang yang ngga punya tujuan, ngga punya harapan dan udah ngga peduli lagi sama orang lain. Bagiku yang terpenting adalah aku senang dan aku dihargai, jadi aku melakukan apapun agar orang-orang di sekitarku menghargai aku.Telah berkali-kali aku berusaha untuk bunuh diri, namun selalu saja ada sesuatu dalam hatiku yang menahanku dan membuat aku menggagalkan rencanaku itu. Aku udah rusak dan udah putus asa...

Suatu waktu, saat semua orang menghindar dariku; aku udah ngga punya teman lagi, dan semua orang udah mengerti bahwa aku adalah penipu. Sudah ngga ada lagi yang percaya samaku, dan aku merasa tertekan. Dalam hatiku, aku merindukan kedamaian dan kasih yang tulus... aku sangat ingin berubah... sejak dulu aku ingin berubah, dan aku selalu gagal. Semua tabiatku sudah mengikatku sedemikian rupa sehingga aku ga pernah bisa melepaskannya... dan saat itu, aku merasa udah kehabisan kesempatan untuk berubah. Waktu itulah aku ingat kepada Tuhan. Aku berdoa kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya.

Memang, sejak aku kecil aku malas ke gereja. Karena aku melihat semua itu ga ada gunanya, orang-orang yang memberikan aku nasehat untuk berbuat baikpun melakukan kejahatan dengan perasaan tidak bersalah. Bagiku, mereka semua munafik! Kalaupun aku ke gereja (saat aku udah SMA) itu semua aku lakukan supaya orang menyangka aku adalah orang yang baik-baik, ya hanya untuk mendapat status sosial yang baik aja.

Tapi saat itu aku datang kepada Tuhan, dan aku meminta-Nya menolongku. Aku berdoa... saat itu aku meminta Dia menunjukkan kepadaku cara agar aku dapat berubah. Dan ternyata Dia mendengarkan aku dan menjawab aku.
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,
dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
 (Mazmur 34 : 19)
Lewat salah satu khotbah dalam ibadah di sekolahku, semua pertanyaan pertanyaanku yang kutanyakan dalam doaku terjawab. Saat itu, aku berusaha melakukan petunjuk-Nya yang Ia berikan kepadaku, namun aku hanya sanggup bertahan beberapa hari. Kembali, aku sadari bahwa memang aku ngga sanggup melakukannya. Akupun datang lagi kepada-Nya dan berdoa, aku meminta agar Dia mengubahkan aku dan menyelamatkan aku. Beberapa waktu kemudian akupun mengetahui bahwa aku harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatku, dan menerima keselamatan yang Ia berikan dengan cuma-cuma. Ternyata aku sama seperti kebanyakan orang yang "beragama kristen" lainnya, mengaku kristen (murid Kristus), namun tidak mengenal Yesus Kristus secara pribadi... akibatnya hanya hidup berdasarkan pikiran-pikiran sendiri, hidup berdasarkan kata orang, hidup dalam kedagingan dan ga sanggup menaati kehendak Tuhan.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan!
akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,
melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
(Matius 7 : 21)

Suatu waktu, dalam sebuah ibadah mingguan sebuah komunitas remaja kristen di daerahku, pemimpin ibadah meminta kami untuk berdoa dan datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dengan air mata yang deras mengalir dan hati yang hancur, aku mengakui semua dosa dan kesalahan yang pernah aku lakukan... semuanya, mulai sejak aku kecil hingga sampai waktu itu. Aku mengakui semua itu di hadapan-Nya dan meminta Dia untuk mengampuni aku dan menguduskan aku dengan darah-Nya. Aku meminta Yesus Kristus Sang Juruselamat untuk masuk dalam hatiku dan aku menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamatku secara pribadi.

Saat itu juga, barulah aku merasakan hadirat-Nya, aku merasakan kasih sayang-Nya deras mengalir dalam hatiku, dan aku dipenuhi dengan damai sejahtera. Saat itulah aku tahu dengan pasti bahwa aku telah diampuni dan aku telah menjadi milik Kristus. Aku bukan aku yang dulu lagi, aku adalah aku yang telah diperbaharui dalam Kristus.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,
sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita
dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
(1 Yohanes 1 : 9)

Sejak hari itu, aku mulai melihat betapa Tuhan bekerja di dalam kehidupanku. Dengan kasih-Nya Ia memberikan aku kekuatan untuk terlepas dari setiap belenggu mengikat aku. Aku dilepaskan dari kebiasaan merokok, bahkan aku dilepaskan dari pornografi. Bukan dengan "mengurangi sedikit-sedikit" tetapi aku langsung meninggalkan itu semua dan ga kembali lagi. Aku sendiripun ga percaya aku bisa melakukan itu, tetapi Tuhan telah menolongku dan aku bebas!
Memang benar sih, saat aku mulai bergantung dan berserah pada Tuhan, banyak masalah yang muncul. Kenapa? Iblis ngga mau melepaskan aku, dia mau aku binasa dan kembali lagi dalam perbudakan dosa... dia menghalang-halangi aku untuk beribadah bahkan aku kesulitan mendapat kesempatan untuk berdoa. Aku sangat merasakan bahwa orang orang di sekitarku ngga setuju dengan perubahanku, mereka mengecam aku, menghina aku dan mengingatkan aku akan dosa-dosaku yang dulu. Tapi Tuhan menopang aku, aku sering merasakan bahwa aku ada dalam pelukan-Nya dan itu sangat membuat hatiku tenang. Aku ingat bahwa aku telah diampuni dan telah terbebas dari hal-hal yang mengikat aku. Roh Kudus selalu mengajari aku tentang apa yang harus aku lakukan dan Ia memberi aku kemampuan untuk melakukannya...

Aku melalui banyak sekali proses yang panjang dan aku udah melihat banyak mujizat terjadi. Tuhan Yesus telah menolongku untuk mengampuni orang-orang yang sangat kubenci, dan aku berhasil mengampuni mereka dengan tulus sebab akupun telah beroleh pengampunan (ingat, aku mengalaminya secara pribadi, bukan hanya karena "kata orang"). Dia juga telah memulihkan hubunganku dengan kedua orangtuaku dan sekarang bagiku rumah kami telah menjadi surga. Ini benar benar suatu mujizat! Ada damai disana dan aku dipenuhi dengan kasih sayang yang tulus untuk orang tuaku... Mereka juga pun demikan, Tuhan Yesus menjamah hati mereka dan mengubahkan hati mereka dengan luar biasa... Dirumahku sekarang ada kasih yang tulus... Thanks berat buat Papa Jesus! Aku mendapatkan kembali kepercayaan dari orang-orang disekitarku karena akhirnya mereka tahu bahwa aku telah berubah total, aku dibentuk menjadi orang yang panjang sabar, mudah mengampuni, tulus, dan banyak lagi... Aku akui, proses pembentukan ini masih berjalan bahkan hingga saat ini, tapi yang jelas Tuhan Yesus ngga pernah sedetikpun membiarkan aku sendiri.

Semenjak aku mengenal Yesus, hidupku jadi baru sepenuhnya. Bukan ga ada masalah, tapi aku selalu mendapatkan pertolongan saat aku berada dalam masalah sehingga aku dapat menang atas semuanya itu. Aku senantiasa merasakan betapa kasih-Nya ngga pernah meninggalkan aku dan aku dapat merasakan damai sejahtera sekalipun aku berada di tengah badai. Yesus Kristus telah melakukan segalanya bagiku... dan aku tenang, sebab aku tahu bersama Dia aku pasti menang.

Halleluya!!!

Tidak ada komentar: