(sekalian juga, untuk buat "catatan" tentang pelajaran ini... hehehe)
belakangan, aku mendapat banyak latihan dan juga banyak intimidasi... segala sesuatu terasa berat...
Namun aku sangat bersyukur karna justru keadaan ini membuat aku makin dekat dengan Tuhan, dan makin merindukan-Nya... aku ngga bisa ngapa-ngapain kalau Dia ngga menyertai aku dan menopang aku sehingga aku tetap berdiri. Dengan kekuatan-Nya sajalah aku ada sebagaimana aku ada sekarang.
aku akui, bahkan belakangan ini sulit sekali bagiku untuk memulai berdoa... rasa-rasanya ada sesuatu yang besar dalam diriku yang menghalangi aku untuk berdoa. Syukurlah Tuhan itu baik! kendati aku banyak gagal dalam menjalani latihan, setiap kali aku berhasil berdoa... itu menjadi waktu yang berkualitas bersama Tuhan.
Hal yang pertama ingin aku sharingkan ialah fakta bahwa Tuhan tidak berubah.
Sejak dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya Dia adalah Allah yang sama.
Dia Maha Perkasa, Maha Mulia, Maha Tahu, Maha Benar, Maha Adil, Maha Kasih.
Ngga pernah sedikitpun ada yang berubah dari diri-Nya.
Kasih-Nya padamu ngga berkurang sedikitpun, apapun yang terjadi padamu.
Kasih-Nya padamu sama sekali ngga terpengaruhi oleh apapun yang sedang kamu pikirkan dan apapun yang sedang kamu rasakan.
Khususnya dalam beberapa minggu terakhir, ngga jarang aku menemukan diriku sedang dalam keadaan yang sangat buruk karena hal-hal yang terjadi disekitarku. Sangat buruk sehingga aku merasa aku ngga bisa berdoa. Sangat buruk sehingga aku mengeraskan hatiku terhadap tuntunan Roh Kudus, dan itu justru memperparah keadaanku.
Tuhan itu baik! Dia sangat sabar terhadap aku dan dengan penuh kasih Dia mendidik, mengajar, dan menghajar aku. Dia menggerakkan hati orang-orang untuk berdoa bagiku di masa-masa kesuakaranku. Thanks buat siapapun kamu yang udah sungguh-sungguh mendukung aku dalam doamu beberapa minggu ini... entah apa jadinya jikalau kamu ngga memproteksi aku dari serangan iblis dimasa-masa itu dengan doa-doamu.
Setiap hari, Papa Jesus membersihkan hatiku dan membalut luka-lukaku... Aku benar-benar merasakan penyertaan dan kasih-Nya sekalipun aku sedang berjalan di "padang gurun"... Dia tidak berubah sama sekali... kasih-Nya masih sehangat ketika pertama kali aku merasakannya, penuh dengan damai sejahtera yang aku ngga ngerti gimana cara menjelaskannya...
Apa yang sedang kamu rasakan? ketahuilah... itu sama sekali ngga membuat kasih Yesus padamu berkurang. Dia tetap sayang padamu dan Dia tetap bersamamu.
Dan fakta kedua yang aku pengen sharingkan ialah menaikkan puji-pujian dan penyembahan kepada Tuhan dapat mengakibatkan semua belenggu-belenggu dipatahkan.
izinkan saya mengajakmu untuk mendengarkan sepenggal kisah nyata yang pernah terjadi di zaman gereja mula-mula. Ini adalah pengalaman Paulus, Silas, dan kawan kawannya...
Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar. Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan." Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.
Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!". Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Kisah Para Rasul 16 : 16 - 34
dari kisah diatas, kita dapat tahu bahwa hari itu mereka baru saja didera dan sudah pasti mereka lelah secara fisik... tapi pada waktu tengah malam, didalam penjara mereka menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Akibatnya, seluruh belenggu yang ada dipenjara itu terlepas dan semua pintu yang mengurung mereka, tebuka.
Ada banyak momen-momen dalam hidup ini dimana kita merasa bahwa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Ini akan sangat terasa sekali efeknya kalau kita sedang berada di dalam kesukaran yang besar. Saat itu, kita membutuhkan pertolongan Tuhan dan berharap Dia segera menolong kita saat itu juga, namun kita tidak menyadari bahwa Dia ada disana dan semua sedang berjalan dalam kendali-Nya. Kita bisa saja merasa sangat buruk dan lelah (merasa) berjuang sendirian.
Tapi sekali lagi, apa yang kita rasakan tidak mempengaruhi kasih-Nya terhadap kita.
Dalam keadaan seperti ini, naikkanlah puji-pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Muliakanlah nama-Nya dan mengucap syukurlah atas apapun yang telah kamu terima dari-Nya dan atas proses yang sedang kamu jalani. Puji-pujian yang tulus dari hati menyukakan hati Tuhan dan dapat mengakibatkan semua belenggu dihancurkan dan semua pintu yang tertutup dibukakan.
Wow! Tuhan itu teramat baik!
Apa yang sedang kamu rasakan?
apapun itu, mengucap syukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar