Kata orang, cinta itu buta...
Orang yang lagi jatuh cinta, ngga bisa melihat "kelemahan" yang ada pada orang yang dia cintai... dalam pandangannya, kekasihnya itu udah "sempurna". Dia ngga (bisa) melihat seberapa banyak harta kekasihnya, kelemahan fisiknya, kebiasaan buruknya, latar belakangnya, deesbe yang ada dalam diri kekasihnya itu. Di matanya, semua itu terlihat baik... semuanya bagus...
Tapi, aku ngga bakal mau menerima (memberi) cinta yang buta!
aku hanya akan mau menerima (memberi) cinta yang bisa melihat kekasih apa adanya dia...
cinta yang bisa melihat kelemahannya, mempertimbangkannya masak-masak hingga bisa menerima apa yang kurang dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.
Supaya kelak ketika cinta itu sudah bisa melihat lebih jelas (dalam pernikahan), aku tidak menyesal telah mencintai dan menikahi kekasihku.
Kata orang, cinta itu tuli...
Orang yang lagi jatuh cinta, ngga peduli pada apapun kata orang tentang hubungan mereka.
Ketika orang-orang disekitar mencemooh hubungan mereka, dia tidak peduli.
Ketika orang tua melarang mereka berpacaran, mereka tidak mendengarkannya.
Ketika nasehat-nasehat diberikan agar hubungan mereka berjalan dengan "benar", mereka tidak menaruh perhatian atasnya. Cinta ini mengabaikan apapun yang berusaha mengusik hubungan itu, dan mereka mau tetap melangkah sesuai dengan hasrat yang ada dalam diri mereka.
Tapi, aku pun ngga bakalan mau menerima (memberi) cinta yang tuli!
aku hanya akan mau menerima (memberi) cinta yang mendengarkan nasehat...
cinta yang memperhatikan kritik dan saran, demi membangun hubungan yang sehat.
cinta yang mendengar didikan dan nasehat orangtua, sekalipun itu bisa saja berarti harus berpisah.
cinta yang saling mendengar satu sama lain, saling memperhatikan dan saling membangun.
cinta yang mendengar dan taat pada apa kata Tuhan tentang cinta itu.
sebab cinta yang demikian dapat menghindarkan anak-anak muda dari malapetaka pada masa-masa kebodohannya.
Kata orang, cinta itu bisu...
Orang yang lagi jatuh cinta, ngga berani menegur kesalahan kekasihnya... bahkan ngga jarang berusaha menyembunyikan ketidaksukaannya, sebab ia takut kekasihnya pergi meninggalkannya. Ngga sanggup mengatakan tidak pada permintaan kekasihnya, meski dia tau bahwa menuruti permintaan itu berarti celaka.
Tapi, aku juga ngga bakalan mau menerima (memberi) cinta yang bisu!
aku hanya akan mau menerima (memberi) cinta yang mau berkata jujur.
cinta yang sanggup mengutarakan isi hatinya dengan jujur, tidak ada yang disembunyikan.
cinta yang tahu kapan harus memuji dan kapan harus menegur.
cinta yang bisa menyampaikan ketidaksukaan dengan cara yang dapat diterima satu sama lain.
cinta yang bisa mengatakan 'tidak' di atas tidak dan 'ya' di atas ya.
sebab cinta yang begini akan menolong orang-orang dan kekasihnya untuk saling memahami dan menerima satu sama lain, ngga munafik, dan menjaga "kekudusan".
BUKAN cinta yang timbul dalam sekejap saja...
BUKAN cinta monyet...
BUKAN cinta yang buat have fun aja...
tetapi cinta yang bisa melihat, bisa mendengar, dan tidak bisu itu adalah
cinta yang tumbuh dalam sebuah PROSES,
cinta yang dimulai dan dijalani dengan SALING MENDOAKAN satu sama lain,
cinta yang berpegang teguh pada FIRMAN TUHAN,
yaitu cinta yang biasa aku sebut dengan KASIH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar