Apa yang kita kerjakan menentukan siapa kita. Bukan karena kita di sebut pendoa, maka kita berdoa; justru karena kita berdoalah, maka kita adalah pendoa.
Suatu hari, tepatnya pada malam sebelum Yesus disalibkan, Yesus membawa murid-murid-Nya bersama dengan Dia ke taman getsemani.
lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
( Matius 26 : 38 - 44 )
lewat nats ini, kita dapat mengetahui bahwa Tuhan mau kita berdoa dan berjaga-jaga bersama dengan Dia, setidaknya satu jam saja. Tuhan mau kita dekat dengan Dia dan mendengar serta mengerti isi hati-Nya.
Tuhan juga menghendaki kita bergerak dan berjalan di dalam jalan-Nya, meresponi isi hati-Nya.
dalam Mazmur 25 : 14 tertulis :
Di dalam doa, kita membangun persekutuan yang akrab dengan Tuhan, dan saat itu tidak jarang Tuhan menceritakan isi hati-Nya kepada kita, orang-orang yang dikasihi-Nya. Kalau kita peka akan isi hati Tuhan, kita akan mulai bisa melihat bagaimana cara Tuhan bekerja dalam hal-hal yang sedang terjadi di sekitar kita, dan kita pun akan mengerti apa yang Tuhan kehendaki sebab Dia yang akan memberitahukan kepada kita.TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,
dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Kalau doa dilihat sebagai sebuah anugerah, anugerah ini tidak hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, ini adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang yang dikasihi-Nya, sehingga setiap orang tentu saja bisa berdoa. Lewat doa, kita akan belajar berfikir dengan cara berfikir Tuhan, kita akan belajar memahami hati-Nya. Tuhan mau kita hidup dalam doa, bukan doa yang biasa-biasa aja, namun doa yang dipenuhi dengan gairah penyembahan, dengan roh yang menyala-nyala, dan dengan hati yang murni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar