" Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini :
setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata,
dan juga lambat untuk marah. "
- Cepat mendengar
Hasrat yang kuat atau kerinduan yang mendalam untuk mendengar Firman Tuhan; memperhatikan apa yang kita dengar (Markus 4 : 24a BIS) dan memperhatikan cara kita mendengar (Lukas 8 : 18a). - Lambat untuk berkata-kata
Maksudnya ialah lambat dalam memulai untuk berkata-kata, bukan lambat saat berkata-kata. Renungkan dahulu perkataan yang hendak kita sampaikan agar jangan kita melakukan dosa karena lidah (Yakobus 3).
Terimalah Firman degan hati yang terbuka untuk dibentuk dan dididik oleh Firman itu, jangan berusaha membenarkan diri. - Lambat untuk marah
karena kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
Tidak semua kemarahan adalah dosa (bnd. Mazmur 4 : 5 ; Efesus 4 : 26 ), tetapi sikap cepat marah dapat meningkatkan resiko kita berbuat dosa saat marah.
Saat mendengarkan Firman, terutama Firman yang menyinggung perbuatan dan sikap kita, jangan marah dulu dan merasa sok suci, marilah buka hati dan lakukan evaluasi; dan lakukanlah kehendak Tuhan sebab Firman Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
- Buang segala sesuatu yang kotor, dan buang semua kejahatan di hati. Bereskan dahulu hati kita, tanggalkan semua yang tidak baik itu.
- Terimalah Firman dengan hati yang lemah lembut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar