benarkah pernyataannya itu???
Apa yang kita harus perbuat? Kalau kita ga boleh terlalu akrab dengan orang-orang yang kita anggap sebagai saudara kita sendiri, trus gimana dong?
Kalau aku sih... kembali ke buku panduan kita. Apa kata Alkitab berkaitan tentang hal ini?
Beberapa saat sebelum Papa Jesus menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan, Dia berkata kepada murid-murid-Nya, " Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Lalu, cobalah lihat apa yang tertulis di 1 Petrus 1 : 22 yang menasihati kita untuk mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, mengasihi dengan segenap hati; renungkan juga yang tertulis di 1 Yohanes 3 : 10 - 18, 4 : 20 - 21.
Dari semuanya itu, kita dapat mengerti bahwa jika kita sungguh-sungguh adalah murid Kristus, dan jika kita sungguh sungguh mengasihi Allah, maka haruslah kita saling mengasihi. Bahkan, kita harus mengasihi dengan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas dan mengasihi dengan segenap hati. Untuk dapat menunjukkan kasih yang seperti itu (bahkan untuk dapat belajar mengasihi dengan kasih yang seperti itu) kita perlu menjalin hubungan persaudaraan yang erat dengan saudara-saudara kita, yang orang-orang biasa menyebutnya dengan persekutuan. Dan tentu saja dalam hubungan persekutuan seperti ini (yang penuh dengan kasih) sudah pasti dekat satu sama lain.
Itu artinya, yaa... memang harus dekat.. :)
trus, gimana dengan pernyataan di atas tadi? gimana kalau terjadi gesekan? kan ntar ngga enak kalau ada orang yang kita kasihi trus gara-gara masalah kecil, malah menjauh dari kita !? benar ngga sih pernyataan itu?
Nah... kalau berbicara tentang hubungan kedekatan antar "orang - orang yang berasal dari dunia", pernyataan itu mungkin benar...
tapi, kalau bicara tentang hubungan persekutuan antar "orang-orang yang dikasihi Allah", pernyataan itu tidak berlaku.
Memang sudah pasti akan ada gesekan antar anggota dalam sebuah persekutuan, karna itupun adalah salah satu "hal-hal yang diperlukan" agar sebuah persekutuan berjalan sesuai tujuannya. Mari lihat apa yang tertulis di alkitab :
Dalam persekutuan, saudara kita dipakai Tuhan untuk mengasihi kita, memperhatikan kita, mendorong kita dalam kasih, memberikan kita semangat dan dukungan, dsb. Namun, biasanya Tuhan juga memakai saudara-saudara kita untuk melatih kita...
dalam persekutuan kita belajar untuk mengasihi, memperhatikan, memberikan pertolongan... karena itu, belajar untuk mengasihi orang yang memusuhi kita, memperhatikan orang yang tidak memperhatikan kita, memberikan pertolongan kepada orang yang mengabaikan kita, dan banyak lagi juga hanya dapat dipelajari dalam persekutuan. Sebab untuk bisa melakukan semuanya itu, kita harus terlebih dahulu mengasihi mereka. Bisa dibilang, bahwa "training center" tentang kasih adalah dalam persekutuan. :)
Artinya, kalau dalam persekutuan antar "orang-orang yang dikasihi Allah" terjadi gesekan-gesekan (yang biasa aku sebut sebagai latihan), itu bukan berarti akan ada yang berpisah. Justru latihan itu merupakan sebuah pertanda bahwa dalam waktu dekat akan ada anak Tuhan yang "naik kelas" (a.k.a. naik level). Jangan biarkan diri kita dicemari oleh cara-cara dunia dalam merespon masalah... kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh darah Yesus, karena itu kita pun harus menghidupi kebenaran itu... bukankah kepada kita telah dinasehati agar kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12 : 2) , dan bahwa semua yang buruk itu harus dibuang dari antara kita (Efesus 4 : 31-32)?
Seorang murid Kristus sejati tidak akan membiarkan dirinya kalah dalam latihan yang ia terima, sebab dia tahu bahwa kekalahannyalah yang dikehendaki iblis. Seorang murid sejati akan berjuang keras untuk memenangkan latihan itu demi menyenangkan hati Bapanya yang ada di sorga, dan dia pasti bisa memenangkan latihan itu sebab Bapanya yang di sorga memberikan kepadanya semua kekuatan yang dia perlukan untuk memenangkan latihan itu. Nah, coba lihat apa yang tertulis di 1 Korintus 10:13, Roma 5 : 3 - 5, 1 Petrus 1 : 6 - 9, Efesus 6 : 10 - 20.
by the way, jangan malas untuk merenungkan Efesus 4 : 17-32 yaaa... hehehe
Shaloom!
dalam persekutuan kita belajar untuk mengasihi, memperhatikan, memberikan pertolongan... karena itu, belajar untuk mengasihi orang yang memusuhi kita, memperhatikan orang yang tidak memperhatikan kita, memberikan pertolongan kepada orang yang mengabaikan kita, dan banyak lagi juga hanya dapat dipelajari dalam persekutuan. Sebab untuk bisa melakukan semuanya itu, kita harus terlebih dahulu mengasihi mereka. Bisa dibilang, bahwa "training center" tentang kasih adalah dalam persekutuan. :)
Artinya, kalau dalam persekutuan antar "orang-orang yang dikasihi Allah" terjadi gesekan-gesekan (yang biasa aku sebut sebagai latihan), itu bukan berarti akan ada yang berpisah. Justru latihan itu merupakan sebuah pertanda bahwa dalam waktu dekat akan ada anak Tuhan yang "naik kelas" (a.k.a. naik level). Jangan biarkan diri kita dicemari oleh cara-cara dunia dalam merespon masalah... kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh darah Yesus, karena itu kita pun harus menghidupi kebenaran itu... bukankah kepada kita telah dinasehati agar kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12 : 2) , dan bahwa semua yang buruk itu harus dibuang dari antara kita (Efesus 4 : 31-32)?
Seorang murid Kristus sejati tidak akan membiarkan dirinya kalah dalam latihan yang ia terima, sebab dia tahu bahwa kekalahannyalah yang dikehendaki iblis. Seorang murid sejati akan berjuang keras untuk memenangkan latihan itu demi menyenangkan hati Bapanya yang ada di sorga, dan dia pasti bisa memenangkan latihan itu sebab Bapanya yang di sorga memberikan kepadanya semua kekuatan yang dia perlukan untuk memenangkan latihan itu. Nah, coba lihat apa yang tertulis di 1 Korintus 10:13, Roma 5 : 3 - 5, 1 Petrus 1 : 6 - 9, Efesus 6 : 10 - 20.
by the way, jangan malas untuk merenungkan Efesus 4 : 17-32 yaaa... hehehe
Shaloom!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar